Kasus Kematian Anak 11 Tahun di Kyoto Berbalik Arah, Ayah Tiri Diduga Akui Perbuatannya

20 Apr 2026 • 03:49 iMedia

CAPER.ID – Kasus hilangnya seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Kyoto, Jepang, memasuki babak baru yang mengerikan. Bocah bernama Adachi Yuki dilaporkan menghilang pada 23 Maret setelah diantar ke sekolah oleh ayah tirinya.

Setelah pencarian selama beberapa pekan, jasad Yuki ditemukan sekitar 3 kilometer dari sekolahnya, Sonobe Elementary School, di area hutan. Polisi menyebutkan, di lokasi lain yang berjarak sekitar 6 kilometer, ditemukan sepasang sepatu hitam yang diduga milik Yuki bersama ranselnya.

Menurut keterangan kepolisian, saat ditemukan Yuki masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat terakhir kali terlihat hidup. Tidak ada tanda-tanda luka luar yang jelas pada tubuhnya, seperti luka tusuk, dan pakaian korban juga dilaporkan tidak rusak.

Setelah jasadnya ditemukan pada 13 April, atau 21 hari setelah Yuki dilaporkan hilang, Kepolisian Prefektur Kyoto memeriksa sejumlah kerabat serta menggeledah rumah dan properti tempat anak itu tinggal bersama keluarganya di Nantan, Prefektur Kyoto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi kemudian menangkap Adachi atas dugaan menelantarkan jasad anaknya. Sumber penyelidikan kini menyebut, Adachi telah mengakui perbuatannya dan diduga memindahkan jasad Yuki beberapa kali selama proses pencarian agar polisi tidak menemukannya.

Adachi telah diserahkan ke jaksa. Sementara itu, penyebab kematian Yuki masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya