Goo Hye Sun Kembali Tuai Sorotan Usai Ceritakan Pengalaman Atasi Alergi Makanan
CAPER.ID – Aktris Goo Hye Sun kembali menjadi perbincangan setelah membagikan kisah tentang upayanya mengatasi alergi makanan yang pernah membuatnya mundur dari drama Korea pada 2017, You Are Too Much.
Dalam penampilannya di program MBN’s Kim Joo Ha’s Day & Night pada 18 Juli, Goo Hye Sun mengenang kondisi kesehatannya yang sempat memburuk saat syuting. Kala itu, ia disebut mengalami pusing dan sesak napas secara berkala hingga harus dibawa ke unit gawat darurat. Ia kemudian didiagnosis mengalami anafilaksis dan dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggalkan produksi.
Dalam acara tersebut, Goo Hye Sun menjelaskan bahwa ia menduga reaksi itu dipicu oleh makanan. Ia mengaku sempat mengalami reaksi terhadap hampir semua makanan dan kejadian serupa terjadi sekitar dua kali.
Perhatian publik kemudian tertuju pada kisah lanjutan yang ia ceritakan. Goo Hye Sun mengatakan pengalaman itu mengubah pandangannya terhadap hidup. Ia mengaku tidak ingin terus-menerus menghindari makanan yang disukainya, termasuk kepiting marinasi. Menurut pengakuannya, ia sempat mendapatkan obat alergi yang diresepkan dokter dan menyiapkan suntikan sebelum mencoba kembali makanan tersebut.
“Saya pikir, ‘Ya sudah, makan saja lalu mati.’ Aneh, tapi saya tidak merasakan gejala apa pun. Setelah itu, saya bisa makan semuanya secara normal lagi,” ujar Goo Hye Sun dalam acara tersebut.
Pernyataan itu memicu perdebatan di jagat maya. Sejumlah warganet, terutama mereka yang memiliki riwayat alergi berat, menilai cerita tersebut berisiko menimbulkan kesalahpahaman soal perbedaan alergi makanan biasa dan anafilaksis. Mereka menegaskan bahwa anafilaksis merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa dan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang bisa diatasi dengan sengaja terpapar alergen.
“Apakah anafilaksis bisa disembuhkan dengan menyiapkan obat lalu makan kepiting marinasi? Penderita alergi berat sudah cukup sering disalahpahami, dan sekarang dia mengatakan hal lain yang bisa menimbulkan miskonsepsi,” tulis salah satu komentar.
Komenta lainnya juga mengingatkan agar publik tidak meniru tindakan tersebut. “Anafilaksis membutuhkan suntikan. Ini bisa sangat berbahaya. Saya harap tidak ada yang mengikuti apa yang ia lakukan,” tulis seorang warganet.
Secara medis, kekhawatiran itu memang beralasan. Epinefrin atau adrenalin dikenal sebagai penanganan utama untuk anafilaksis, sementara antihistamin tidak dapat menggantikannya. Karena reaksi berat bisa berkembang dengan cepat dan berujung fatal, dugaan anafilaksis memerlukan penanganan darurat segera.
Meski begitu, sebagian warganet lain membela Goo Hye Sun. Mereka mengingatkan bahwa alergi dapat berubah seiring waktu dan ada kemungkinan reaksi yang dialaminya saat itu tidak lagi muncul di kemudian hari. Beberapa orang juga menyebut pernah mengalami alergi yang akhirnya hilang.
“Alergi saya juga pernah hilang sepenuhnya,” tulis salah satu pengguna internet. Ada pula yang berpendapat, “Mungkin alerginya terhadap kepiting marinasi bukan yang mengancam nyawa. Beberapa alergi makanan bisa menimbulkan biduran dan kemudian menghilang.”
Namun, perhatian publik menjadi lebih tajam karena Goo Hye Sun telah lama dikaitkan dengan rumor soal kebiasaannya membuat pernyataan yang sulit dipercaya. Di masa popularitasnya setelah Boys Over Flowers, sebagian warganet menuduhnya memiliki kebiasaan berbohong atau melebih-lebihkan cerita. Isu itu kembali mencuat saat kasus perceraiannya dengan aktor Ahn Jae Hyun menjadi sorotan besar pada 2019.
Sebelumnya, Goo Hye Sun membantah anggapan bahwa dirinya kerap berbohong. Ia menjelaskan bahwa banyak ucapan santainya kerap dipotong konteksnya oleh media sehingga berubah makna dan dianggap sebagai kebohongan.
“Delapan puluh persen dari apa yang saya katakan biasanya hanya bercanda. Saat disampaikan ke publik melalui media, itu menjadi ‘bohong,’ dan saya dianggap ‘pembohong’,” ujarnya.
Dalam penampilan yang sama, Goo Hye Sun juga menanggapi langsung tudingan bahwa dirinya kerap membuat pernyataan besar tanpa dasar. Ia mengaku sering menyampaikan tujuan secara terbuka karena merasa hal itu membuatnya terdorong untuk benar-benar mewujudkannya. Menurutnya, ia sadar memiliki sisi malas yang besar dan cenderung tidak akan bertindak jika menyimpannya sendiri.
“Saya pikir mengatakan sesuatu dengan suara keras itu penting. Kalau tidak saya ucapkan, saya tidak akan melakukannya karena saya tidak pernah mengatakan akan melakukannya. Saya tahu diri saya sendiri,” katanya.
Meski begitu, publik tidak bisa memastikan secara pasti kondisi diagnosis dan proses pemulihan yang dialami Goo Hye Sun hanya berdasarkan cerita dalam sebuah acara televisi. Yang menjadi sorotan utama adalah bagaimana penyampaian kisah tersebut dinilai sebagian pihak berpotensi mengaburkan batas antara alergi biasa dan anafilaksis yang berbahaya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
