Luis Guzmán Buka Suara soal Masa Depan Wart usai Muncul di The Super Mario Galaxy Movie

10 Apr 2026 • 01:36 iMedia

CAPER.ID – Luis Guzmán akhirnya angkat bicara soal masa depan karakter Wart setelah kemunculannya di The Super Mario Galaxy Movie.

Dalam film lanjutan The Super Mario Bros. Movie itu, Guzmán memerankan Wart, penjahat mirip katak yang dikenal sebagai antagonis utama dalam Super Mario Bros. 2. Kehadirannya di layar lebar menandai debut teatrikal karakter tersebut.

Dalam wawancara bersama Ash Crossan dari ScreenRant, Guzmán membahas kemungkinan kembalinya Wart ke semesta film Mario. Saat ditanya soal karakternya, ia menyebut dorongan dari anak-anaknya untuk tetap tampil sebagai sosok jahat, namun dengan sisi hati yang baik.

“Itu pertanyaan yang bagus. Saya ingin dia terus jadi penjahat — begitulah anak-anak saya menyebutnya kepada saya: ‘Jadilah penjahat, Pop, jadilah penjahat.’ Dan jadi penjahat yang punya hati yang baik, sebenarnya. Terus menjadi bagian dari semesta Super Mario Galaxy… Wart sudah lama jadi karakter yang ditunggu-tunggu. Dan fakta bahwa dia akhirnya muncul, dari yang saya pahami, membuat banyak orang sangat senang,” kata Guzmán.

Wart sendiri merupakan salah satu penjahat klasik dalam semesta Super Mario. Karakter ini pertama kali muncul sebagai antagonis utama dalam gim Jepang Yume Kōjō: Doki Doki Panic pada 1987, yang kemudian diadaptasi untuk pasar Barat menjadi Super Mario Bros. 2. Ia digambarkan sebagai raja katak hijau yang berambisi menguasai dunia mimpi Subcon.

Meski sejak itu Wart jarang tampil di gim maupun media Mario lainnya, kehadirannya di film ini lebih dari sekadar cameo. Dalam cerita, Wart mengelola sebuah kasino di Gateway Galaxy dan membantu Peach serta Toad mendapatkan informasi mengenai lokasi Rosalina. Ia pun tampil sebagai bagian penting dari konflik, bukan hanya sebagai hiasan nostalgia.

Menariknya, film ini juga menampilkan sisi emosional para penjahatnya. Wart digambarkan sebagai sosok yang ingin berkuasa atas dunianya sendiri, selaras dengan label “penjahat yang punya hati baik” yang disinggung Guzmán. Pendekatan serupa juga terlihat pada Bowser, yang diperlihatkan memiliki konflik batin dalam cerita.

Kehadiran Wart juga memperlihatkan bagaimana Nintendo dan tim film mulai menjelajah lebih jauh dari sekadar Bowser sebagai antagonis utama. Penggunaan karakter lama yang jarang diangkat menunjukkan bahwa semesta Mario masih menyimpan banyak potensi, baik dari sisi tokoh, lokasi, maupun konflik baru.

Sepanjang kariernya, Guzmán memang kerap memerankan karakter yang kuat namun memiliki lapisan emosi. Ia pernah tampil di Boogie Nights, Narcos, hingga memerankan Gomez Addams di Wednesday. Peran-peran itu membuat kehadirannya sebagai Wart terasa selaras dengan karakter yang ia mainkan selama ini.

Meski masa depan Wart di franchise ini masih belum jelas, komentar Guzmán dan sambutan positif dari penggemar memberi sinyal bahwa karakter tersebut berpeluang kembali muncul di film-film berikutnya. Tak tertutup kemungkinan, kehadirannya juga menjadi petunjuk bahwa semesta Mario akan terus membuka ruang bagi penjahat, galaksi, dan karakter lama lainnya untuk tampil lebih besar.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.