Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Ini Arti Perhitungannya
CAPER.ID – Dalam tradisi masyarakat Jawa, neptu weton kerap digunakan untuk melihat kecocokan jodoh sebelum pernikahan. Perhitungan ini menjadi bagian dari warisan budaya yang masih dijaga hingga sekarang.
Weton merupakan gabungan antara hari lahir dan pasaran Jawa. Dari kombinasi itulah muncul nilai neptu yang kemudian dijumlahkan untuk membaca tafsir tertentu dalam Primbon Jawa. Meski demikian, perhitungan ini tidak dianggap sebagai penentu mutlak keberhasilan rumah tangga.
Di banyak keluarga Jawa, weton tetap dihitung sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur. Namun, keputusan untuk menikah umumnya tetap mempertimbangkan kesiapan mental, komunikasi, komitmen, serta restu keluarga.
Menurut penelitian N. Karjanto dan F. Beauducel dalam An Ethnoarithmetic Excursion into the Javanese Calendar, kalender Jawa memadukan unsur kalender Saka, Islam, dan Gregorian. Di dalamnya terdapat siklus wetonan selama 35 hari yang masih digunakan dalam berbagai tradisi budaya, termasuk penentuan hari baik dan perhitungan jodoh.
Neptu sendiri adalah nilai angka yang melekat pada setiap hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Nilai ini menjadi dasar berbagai perhitungan dalam Primbon Jawa, seperti menentukan hari baik, menghitung kecocokan pasangan, hingga memilih waktu penyelenggaraan hajatan.
Dalam budaya Jawa, weton terdiri dari hari lahir, yakni Senin hingga Minggu, dan lima pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi keduanya menghasilkan neptu yang dipercaya memiliki makna simbolis.
Hingga kini, sebagian masyarakat Jawa masih mempertahankan perhitungan weton karena dianggap sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal. Penelitian UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengenai praktik perjodohan di Kotagede juga menunjukkan bahwa weton lebih dipahami sebagai landasan sosio-kultural yang diwariskan antargenerasi, bukan aturan yang bersifat mutlak.
Dalam kehidupan sehari-hari, weton juga kerap dipakai untuk menentukan hari baik pernikahan, waktu pindah rumah, memulai usaha, menggelar hajatan adat, hingga menjadi pertimbangan dalam proses perjodohan keluarga.
Sebelum menghitung kecocokan jodoh, masyarakat biasanya melihat nilai neptu hari dan pasaran berikut:
Neptu hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9.
Neptu pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8.
Perhitungan neptu weton jodoh dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran masing-masing calon pasangan, lalu hasilnya diproses sesuai tafsir Primbon Jawa. Tradisi ini masih dipandang sebagai bagian dari budaya, bukan ukuran tunggal dalam menentukan masa depan rumah tangga.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
