Wamen Komdigi Soroti Bahaya Deepfake AI, Minta Konten Diberi Watermark

18 Apr 2026 • 15:29 iMedia

CAPER.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menyoroti bahaya konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan atau AI, terutama deepfake, yang dinilai semakin sulit dibedakan dari konten asli.

Ia menekankan pentingnya pemberian watermark atau tanda khusus pada konten buatan AI agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh hoaks dan disinformasi yang beredar di ruang digital.

Dalam pernyataannya di Yogyakarta usai membuka Workshop AI Talent Factory di Universitas Gadjah Mada, Nezar mengatakan teknologi generatif kini mampu menghasilkan gambar, video, hingga suara yang sangat realistis.

“Generatif AI bisa menghasilkan foto yang sangat mirip, bahkan suara seseorang yang tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut dalam kenyataan, tapi muncul di ruang digital,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat penanda berupa watermark menjadi penting sebagai informasi bahwa suatu konten merupakan hasil AI.

“Di sinilah pentingnya pengembang dan pengguna AI untuk memberikan tanda atau watermark bahwa ini adalah produk AI,” tegasnya.

Nezar menilai keberadaan watermark akan sangat membantu kelompok masyarakat yang rentan, termasuk orang tua dan lansia, yang belum sepenuhnya akrab dengan perkembangan teknologi digital.

Tanpa penanda yang jelas, mereka berisiko lebih mudah terpapar informasi palsu yang tersebar di media sosial.

“Kita tahu banyak orang tua yang kesulitan membedakan apakah informasi di dunia digital itu benar atau tidak,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa regulasi pemerintah melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas masih difokuskan pada perlindungan anak di ruang digital dan belum secara spesifik menyasar kelompok usia lanjut.

Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital disebut terus menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan teknologi global untuk mendukung penerapan kebijakan watermark pada konten AI.

Sejumlah platform besar seperti Google, Meta, dan TikTok disebut menunjukkan respons positif terhadap upaya tersebut, termasuk dalam penerapan pembatasan usia dan solusi teknologi yang lebih konkret.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya