Moon Geun Young Ungkap Penderitaan Usai Jalani Empat Operasi karena Penyakit Langka
CAPER.ID – Aktris Moon Geun Young mengungkap pengalaman berat yang ia alami saat berjuang melawan penyakit langka acute compartment syndrome. Ia bahkan harus menjalani empat kali operasi, dan hingga kini bekas luka yang jelas masih terlihat di lengan kanannya.
Pengakuan itu disampaikan Moon Geun Young saat tampil dalam program tvN You Quiz on the Block yang tayang pada 22 November. Dalam acara tersebut, ia berbagi banyak cerita, mulai dari masa kejayaannya sebagai aktris cilik yang dijuluki “Nation’s Little Sister” hingga pergulatan batinnya saat sempat terpikir untuk pensiun setelah mendadak divonis mengidap penyakit tersebut.
Nama Moon Geun Young mulai dikenal luas ketika ia memerankan versi muda karakter Song Hye Kyo dalam drama Autumn in My Heart. Setelah itu, ia semakin dicintai publik lewat sejumlah karya populer seperti A Tale of Two Sisters, My Little Bride, Painter of the Wind, dan Cinderella’s Stepsister.
Namun, sembilan tahun lalu, kariernya sempat terhenti setelah didiagnosis mengalami acute compartment syndrome, penyakit langka yang membuatnya harus menjalani operasi besar dan masa pemulihan panjang.
Moon mengenang bahwa saat tengah mempersiapkan pertunjukan di luar kota, ia terpeleset di jalanan yang licin akibat es. Saat itu lengannya membengkak, dan setelah diperiksa di rumah sakit universitas, kondisinya ternyata bukan sekadar patah tulang biasa. Atas saran dokter untuk menjalani MRI karena kondisi yang tidak normal, ia kemudian didiagnosis menderita acute compartment syndrome pada 2017.
Ia menjelaskan, “Ketika fasia di sekitar otot tertekan, darah tidak bisa mengalir, dan itu menjadi kondisi darurat. Karena itulah disebut ‘akut’.”
Setelah dokter menyebut bahwa “golden time sudah terlewati dan kemungkinan terjadi nekrosis,” Moon menjalani operasi darurat pertama. Ia mengaku tidak mengingat apa pun karena efek anestesi, namun mendengar dirinya sempat berkata kepada sang ibu, “Aku senang sekali karena akhirnya bisa beristirahat dengan tenang.” Ibunya pun disebut menangis setelah mendengar kalimat itu.
Moon juga menceritakan bahwa luka yang dialaminya sangat besar. Karena ada risiko luka kembali terbuka jika ditutup, lengannya dibiarkan terbuka dan dibalut perban berukuran lima kali lebih besar dari lengannya. Saat pertama kali melihat luka itu setelah perban dibuka, ia terkejut dan berkata dalam hati bahwa kondisinya sangat serius.
Meski lega karena nekrosis tidak bertambah parah, ia kembali menangis saat mendengar kabar bahwa saraf di jari-jarinya mungkin belum pulih. “Aku selalu menangis sendirian,” ujarnya.
Setelah itu, Moon menjalani tiga operasi tambahan dan melalui masa rehabilitasi yang panjang. Ia mengatakan bahwa karena sarafnya mati, ia harus menjalani terapi untuk mengaktifkannya kembali. Seusai operasi, ia bahkan tak bisa mengepalkan tangan atau meluruskan lengannya. Untuk makan, ia menggunakan tangan kiri. Mulanya ia makan dengan garpu, lalu berlatih memakai sumpit dengan tangan kiri.
Di masa itu, Moon mengaku sempat berpikir dirinya mungkin tak bisa berakting lagi. Ia khawatir tidak akan bisa menggunakan lengannya seperti semula. Ketika kondisinya mulai membaik, ia melatih pemulihan dengan cara sederhana, salah satunya memutar koin menggunakan tangannya.
Ia juga mengungkap bahwa pada saat paling sulit, dirinya benar-benar mempertimbangkan untuk pensiun dari dunia akting.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
