Kisah Tragis Pelaut Suriah yang Terjebak Selama Empat Tahun di Kapal Terbengkalai

23 Mar 2026 • 16:36 iMedia

Caper.ID – Pada tahun 2017, sebuah kisah memilukan dimulai ketika seorang pelaut asal Suriah, Mohammad Aisha, menjabat sebagai chief officer di kapal kargo MV Aman. Hanya dalam waktu dua bulan setelah bertugas, kapal tersebut ditahan oleh otoritas pelabuhan Mesir dekat Teluk Suez. Hal ini terjadi karena sertifikat keselamatan kapal sudah kedaluwarsa.

Permasalahan semakin kompleks ketika perusahaan pemilik kapal mengalami kesulitan finansial dan akhirnya meninggalkan kapal. Dalam situasi ini, pengadilan Mesir menetapkan Aisha sebagai ‘penjaga hukum kapal’, yang berarti ia bertanggung jawab secara hukum atas kapal tersebut dan tidak diperbolehkan meninggalkannya hingga kapal dijual atau digantikan oleh penjaga lain.

Seiring berjalannya waktu, anggota kru lainnya kembali ke rumah masing-masing, meninggalkan Aisha sendirian di kapal yang telah rusak. Tanpa listrik, bahan bakar, dan air bersih, kapal itu menjadi sarang tikus dan serangga. Kehidupan sehari-harinya sangat berat, di mana untuk mendapatkan makanan dan air, Aisha harus berenang ke pantai secara berkala. Malangnya, ia bahkan tidak bisa hadir di pemakaman ibunya pada tahun 2018 akibat larangan hukum yang mengikatnya.

Kisah Aisha mulai berubah pada tahun 2021 ketika International Transport Workers’ Federation, sebuah organisasi pelaut internasional, berusaha membantu mencarikan solusi. Mereka mengajukan seorang perwakilan untuk menggantikan Aisha sebagai penjaga hukum kapal. Berkat bantuan organisasi ini, pengadilan akhirnya memberi izin bagi Aisha untuk meninggalkan kapal dan kembali ke rumahnya.

Setelah hampir empat tahun terpisah dari keluarga dan hidup terasing di kapal yang terbengkalai, Aisha akhirnya terbang kembali ke Suriah. Ia menggambarkan perasaannya saat itu seperti “akhirnya keluar dari penjara.” Kisahnya menjadi salah satu contoh paling mencolok mengenai abandonment of seafarers, yaitu keadaan di mana pemilik kapal meninggalkan kapal dan kru tanpa dukungan, yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.