Wednesday, 23 September 2026
Lagi Ramai: sorotan Caper hari ini
CAPER.id
  • Home
  • Tentang Kami
  • Terms
  • FAQ
  • Privacy Policy
WHAT'S HOT →
#PopCulture#Gaming#Teknologi#Movies#Trend
CAPER.id
  • Home
  • Tentang Kami
  • Terms
  • FAQ
  • Privacy Policy
Teknologi

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Bergeser ke Pencurian Data Login

iMediaApril 18, 2026 · 2 menit baca
SHAREfXWA

CAPER.ID – Kaspersky melaporkan lebih dari satu juta akun perbankan diretas sepanjang 2025 akibat serangan malware pencuri data atau infostealer. Temuan ini menunjukkan ancaman siber finansial kini semakin bergeser dari metode lama ke pencurian kredensial.

Dalam laporannya, Kaspersky menyebut para peretas kini tidak lagi terlalu bergantung pada malware perbankan tradisional di PC. Mereka justru memanfaatkan rekayasa sosial, perdagangan data di dark web, serta situs e-commerce palsu untuk mencuri data login pengguna.

Infostealer menjadi alat utama untuk mengambil data sensitif, mulai dari username, kata sandi, cookie, hingga data kartu bank dan aset kripto. Informasi yang berhasil dicuri kemudian dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di dark web, sehingga memudahkan pengambilalihan akun serta penipuan finansial.

“Dark web telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana,” ujar Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

BACA JUGA

→Indonesia Gandeng Teknologi Korea untuk Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber
→Cyber Breaker 2026 Season 3 Resmi Diluncurkan, Jaring 1.000 Talenta Keamanan Siber

Ia menambahkan, ekosistem tersebut membuat serangan semakin mudah dilakukan, bahkan oleh pelaku dengan kemampuan teknis terbatas.

Selain malware, serangan phishing juga masih marak. Pada 2025, situs palsu yang meniru toko online menjadi yang paling banyak digunakan, dengan porsi 48,5 persen dari total serangan phishing finansial. Target perbankan menyusul sebesar 26,1 persen, sedangkan sistem pembayaran mencapai 25,5 persen.

Penurunan serangan phishing ke bank menunjukkan sistem perbankan semakin sulit ditembus. Akibatnya, pelaku beralih ke metode yang dinilai lebih mudah, seperti menipu pengguna melalui platform belanja daring.

Kaspersky juga mencatat pergeseran serangan ke perangkat mobile. Seiring makin banyak pengguna mengakses layanan keuangan lewat smartphone, serangan malware finansial di PC menurun, sementara serangan pada perangkat mobile naik hingga 1,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Di kawasan Asia Pasifik, peningkatannya bahkan mencapai 132 persen sepanjang tahun.

Tagsdark webdata logininfostealerkeamanan sibermalwaremobileperbankanphishing
Written By

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

RELATED ARTICLES

→
Teknologi

Indonesia Gandeng Teknologi Korea untuk Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber

Teknologi

Cyber Breaker 2026 Season 3 Resmi Diluncurkan, Jaring 1.000 Talenta Keamanan Siber

Tentang Kami

Caper.ID menyuguhkan informasi terkini dan kekinian dengan gaya bahasa anak muda yang mudah dicerna dan dimengerti. So, don't take it so serious!

Member of:
CAPER.id

Media pop culture, entertainment, teknologi, dan lifestyle untuk generasi digital.

Explore

  • Trivia
  • Lifestyle
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Gamer
  • Wisata & Kuliner
  • Narsis
  • J-Culture
  • K-Culture
  • Pop Culture
Copyright © 2026 Caper.id. All Rights Reserved. Theme By Bambosi Media