CAPER.ID – Wuhan Meeler Biotech Co., Ltd. memperkenalkan empat produk bahan baku berbasis telur dalam pameran Fi Asia Indonesia 2026 di Jakarta. Kehadiran perusahaan asal Tiongkok itu sekaligus menjadi langkah untuk menjajaki peluang kemitraan jangka panjang di pasar Asia Tenggara.
Dalam pameran industri bahan pangan tersebut, Meeler Biotech menampilkan bubuk putih telur, bubuk kuning telur, bubuk telur utuh, dan bubuk membran cangkang telur. Seluruh produk itu dikembangkan sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan industri dengan memanfaatkan komponen fungsional dari telur.
Keberagaman produk yang dibawa perusahaan menunjukkan potensi pemanfaatan telur tidak hanya sebagai bahan pangan konvensional, tetapi juga sebagai sumber komponen untuk aplikasi industri yang lebih spesifik.
Selain memperkenalkan produk, keikutsertaan Meeler Biotech di Fi Asia Indonesia 2026 juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan produsen pangan, distributor bahan baku, dan pembeli profesional. Diskusi mencakup kebutuhan aplikasi produk, karakteristik dan kinerja bahan baku dalam proses produksi, hingga kondisi rantai pasok di pasar lokal.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang untuk menjajaki peluang kerja sama jangka panjang dengan calon mitra di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Wakil General Manager Wuhan Meeler Biotech Co., Ltd., Xiong Lei, mengatakan pameran ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan pengembangan biomanufaktur berbasis telur dari Tiongkok sekaligus membangun hubungan dengan pelaku industri internasional.
Meeler Biotech merupakan bagian dari Hubei Agricultural Development Group. Perusahaan ini berfokus pada ekstraksi komponen fungsional berbasis telur dan pengembangan biomanufaktur.
Ke depan, perusahaan berencana mengoptimalkan produk yang sudah dikembangkan dan menjajaki peluang di segmen pangan untuk keperluan medis khusus atau special medical foods. Fokus pengembangan diarahkan pada produk untuk kebutuhan kesehatan otak dan hati.
Meski peluang pasar terbuka, pengembangan bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara masih memerlukan sejumlah langkah lanjutan. Kesesuaian produk dengan kebutuhan industri lokal, pemenuhan ketentuan keamanan pangan, serta pembentukan kemitraan dengan pelaku usaha setempat menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
Hingga informasi yang disampaikan perusahaan disusun, belum ada rincian mengenai kesepakatan bisnis maupun kontrak distribusi yang dihasilkan dari partisipasi Meeler Biotech dalam Fi Asia Indonesia 2026.




