Satu Kata yang Mengubah Lore Juggernaut di Marvel Selamanya
CAPER.ID – Marvel bersiap mengubah lore Juggernaut secara besar-besaran lewat komik terbaru Reborn: Ultimate Impact. Sosok antihero superkuat itu akan mendapat pembaruan penting melalui kemunculan karakter baru yang disebut sebagai lawan gelap dari Juggernaut.
Komik tersebut akan memperkenalkan empat karakter baru yang masing-masing terinspirasi dari hero atau villain Marvel yang sudah dikenal. Salah satunya adalah Mogul, karakter yang digambarkan sebagai reinvensi radikal dari mitologi Juggernaut. Dalam ilustrasi sampul Stefano Caselli, Mogul terlihat dengan Crimson Gem of Cyttorak tertanam di dadanya, mengenakan setelan robek, dan memancarkan cahaya dari matanya.
Tiga karakter baru lainnya adalah Hostilicus, Sightseer, dan versi baru Wonder Man. Berdasarkan materi promosi serta varian sampul dari Dike Ruan dan Leinil Francis Yu, Ultimate Impact juga akan menghadirkan tokoh-tokoh baru yang terhubung dengan Juggernaut, Doctor Strange, Wonder Man, dan Captain Marvel.
Kekuatan para karakter ini berasal dari Origin Boxes, perangkat dari realitas alternatif yang menyimpan kekuatan para tokoh ikonik Marvel untuk diwariskan kepada pengguna baru.
Dalam lore Juggernaut, Crimson Gem of Cyttorak menghubungkan pemiliknya dengan dimensi energi kacau yang diperintah dewa iblis Cyttorak. Semakin besar kehancuran yang ditimbulkan, semakin tak terbendung pula kekuatan penggunanya. Wujud Mogul sebagai Juggernaut baru belum sepenuhnya diperlihatkan, namun sosok berkepala kubah di belakangnya pada sampul Caselli memberi petunjuk tentang desain yang mungkin digunakan.
Marvel sebelumnya juga pernah memiliki penjahat lain bernama Mogul, yakni Walter Declun, pebisnis jahat yang hanya punya peran kecil dalam Civil War.
Selama ini, Juggernaut kerap dianggap sebagai salah satu karakter Marvel yang kurang dimanfaatkan. Versi utamanya, Cain Marko, digambarkan sebagai sosok sederhana dengan latar belakang traumatis sebagai putra dari ayah abusif. Kebenciannya terhadap otoritas sering dilampiaskan kepada Charles Xavier dan para X-Men.
Dengan hadirnya karakter baru ini, Marvel tampaknya sedang membangun satu cabang cerita baru untuk mengeksplorasi lore kosmik Juggernaut tanpa harus selalu melibatkan Cain Marko. Artinya, Juggernaut kini berpotensi berkembang dari sekadar satu karakter menjadi semacam mini-franchise di dalam semesta Marvel.
Di komik, Juggernaut merupakan pelayan Cyttorak, dewa kosmik yang juga disebut memiliki jajaran dewa bawahan sendiri. Cyttorak termasuk dalam kelompok delapan dewa kuno yang dikenal sebagai Octessence. Para dewa ini memiliki masing-masing Exemplar, yakni sosok pemberi kekuatan melalui artefak mistis yang berbeda-beda.
Berikut jajaran Octessence dan Exemplar-nya: Cyttorak dengan Crimson Gem dan Juggernaut; Watoomb dengan Wondrous Waterfall dan Tempest; Balthakk dengan Blinding Brazier dan Inferno; Farallah dengan Fearsome Fist dan Carnivore; Raggadorr dengan Ringed Ruby dan Stonecutter; Ikonn dengan Ivory Idol dan Bedlam; Valtorr dengan Verdant Vial dan Decay; serta Krakkan dengan Kestrel Key dan Conquest.
Pertarungan para Exemplar itu disebut akan berpuncak pada Eighth Day, sebuah peristiwa apokaliptik yang menentukan dewa kuno mana yang akan menguasai Bumi. Walau jarang disorot, konsep ini memberi Juggernaut fondasi lore yang jauh lebih luas, termasuk potensi menghadirkan jajaran musuh dan karakter pendukung sendiri.
Di sisi lain, Juggernaut juga memiliki sejumlah karakter pendukung yang belum banyak dieksplorasi, seperti Kid Juggernaut dari Avengers Academy, Survivor dari Death of Doctor Strange: Avengers, serta D-Cel, mutan muda yang sempat menjadi pendampingnya.
Dengan Mogul, Marvel dinilai mulai serius membangun kembali dunia Juggernaut sebagai semesta cerita yang lebih besar. Jika pengembangan ini berlanjut, Juggernaut berpeluang naik kelas dari karakter pendukung X-Men menjadi tokoh utama dengan franchise sendiri.
Reborn: Ultimate Impact #1 dijadwalkan terbit pada 2026 dari Marvel Comics.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
