10 Episode The Simpsons yang Kini Terasa Paling Kuno

12 Apr 2026 • 14:07 iMedia

CAPER.ID – The Simpsons sudah tayang hampir empat dekade dan telah melampaui 800 episode. Dengan usia sepanjang itu, wajar jika tidak semua episode tetap terasa relevan. Ada episode-episode yang masih bertahan seperti anggur yang makin matang, tetapi ada juga yang kini terasa sangat ketinggalan zaman.

Sejumlah episode era awal tetap dianggap klasik. Namun, beberapa cerita yang dulu dianggap lucu atau cerdas kini memunculkan rasa tidak nyaman karena perubahan konteks sosial, kontroversi para bintang tamu, atau tema yang sudah tak lagi sensitif untuk dinikmati sebagai lelucon.

Salah satu contohnya adalah “Homer vs. Dignity”, episode yang mendorong Homer menjadi bahan lelucon ekstrem demi menyenangkan Mr. Burns. Beberapa adegan masih memancing tawa, tetapi momen ketika Homer dilecehkan seekor panda membuat episodenya terasa jauh lebih problematik saat ditonton ulang.

Lalu ada “Saturdays of Thunder”, episode yang dulu dipuji karena kisah hangat Homer dan Bart. Kini, penghormatan berlebihan terhadap Bill Cosby membuat episode itu sulit dinikmati seperti dulu, mengingat reputasi sang komedian yang sudah tercemar berat.

Masih dari sisi bintang tamu, “Beyond Blunderdome” juga ikut terdampak oleh perubahan citra Mel Gibson. Episode yang dulu membangun konflik di sekitar popularitas Gibson sekarang justru terasa aneh karena jejak kontroversinya di dunia nyata.

Episode yang menyinggung tren sesaat juga ikut terasa cepat usang. “Specs and the City” yang menyindir Google Glass, misalnya, kini lebih terasa seperti dokumentasi atas demam teknologi yang singkat ketimbang satir yang benar-benar abadi.

Ada pula “The City of New York vs. Homer Simpson”, salah satu episode lucu yang kini memiliki bobot sejarah berat karena banyak adegannya berlokasi di World Trade Center. Setelah tragedi 11 September, episode ini menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana konteks bisa mengubah cara sebuah karya diterima publik.

“Kamp Krusty” juga memuat adegan fantasi Bart dengan senapan serbu yang dulu mungkin dianggap sekadar gurauan gelap, tetapi kini terasa lebih sensitif setelah rentetan tragedi penembakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat.

Sementara itu, “Stark Raving Dad” kini hampir tak bisa dilepaskan dari kontroversi Michael Jackson. Selain menampilkan kisah persahabatan Bart dengan sosok yang diduga Jackson, episode ini juga dinilai menstigmatisasi gangguan mental melalui alur Homer di rumah sakit jiwa.

Di sisi lain, “A Star Is Burns” dikenang sebagai episode yang membuat Matt Groening menghapus namanya dari kredit karena terasa seperti promosi terselubung untuk The Critic. Meski masih punya humor showbiz yang tajam, episode ini kini terlihat lebih sebagai manuver silang yang canggung.

Episode “The Principal and the Pauper” bahkan sering disebut sebagai titik balik yang menandai merosotnya era emas The Simpsons. Pengungkapan bahwa Principal Skinner bukanlah Skinner yang asli dinilai merusak investasi emosional penonton yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.

Terakhir, “The Musk Who Fell to Earth” menjadi contoh ketika serial ini terlalu memuja bintang tamu. Alih-alih menyindir, episode tersebut justru terasa seperti pujian panjang untuk Elon Musk, dan kini semakin sulit dipertahankan sebagai satire yang tajam.

Meski begitu, daftar episode yang “menua seperti susu basi” ini menunjukkan satu hal: komedi televisi sangat bergantung pada konteks zamannya. Apa yang dulu dianggap lucu, berani, atau cerdas belum tentu tetap sama ketika ditonton bertahun-tahun kemudian.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.