Skip to content
Monday, 19 October 2026
CAPER.ID
CUMA
CARI
PERHATIAN
Teknologi

Konsol Gaming Genggam Kini Juga Dipakai untuk Kerja

SHARE

CAPER.ID – Konsol gaming genggam kini tak lagi sekadar menjadi perangkat hiburan portabel. Di Indonesia, perangkat ini mulai dilirik pengguna bukan hanya untuk bermain gim, tetapi juga untuk bekerja dan menjalankan aktivitas produktif sehari-hari.

ASUS Indonesia menyebut pasar konsol gaming genggam menunjukkan pertumbuhan positif sejak 2023. Menurut pihak perusahaan, perangkat ini diminati karena menawarkan hiburan sekaligus fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang membutuhkan perangkat ringkas untuk dibawa ke luar rumah.

“Pasarnya oke banget sekarang, karena banyak orang yang kayaknya memang butuh hiburan, cuman enggak mau bawa yang berat-berat,” kata Brama dalam agenda ROG XBOX Ally X20 Bundle Exclusive Media Preview di Jakarta, belum lama ini.

Brama menjelaskan, tren penggunaan konsol gaming genggam juga ikut berubah. Perangkat yang awalnya dirancang untuk bermain gim kini dimanfaatkan sebagian pengguna untuk mengerjakan tugas, menulis, hingga menjalankan aplikasi produktivitas perkantoran.

Menurut dia, ada pengguna yang memasang aplikasi seperti Microsoft Word dan memakai perangkat tersebut untuk mengerjakan tugas kuliah, termasuk skripsi. Dengan tambahan layar dan keyboard, konsol gaming genggam bisa berfungsi sebagai alternatif komputer portabel.

“Jadi enggak hanya buat main game sebenarnya. Fungsinya tuh ada tambahan buat kerja juga,” ujarnya.

Meski demikian, ASUS Indonesia belum memiliki data kuantitatif mengenai berapa besar persentase pengguna yang memanfaatkan konsol gaming genggam untuk bekerja. Informasi yang ada sejauh ini masih berdasarkan pengalaman dan cerita dari para pengguna.

Di sisi lain, industri konsol gaming genggam juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga komponen global. Brama mengatakan, perangkat ini menggunakan sejumlah komponen yang juga dipakai pada laptop sehingga ikut terdampak kondisi pasokan komponen dunia.

Ia memperkirakan kenaikan harga komponen dapat memengaruhi harga perangkat di kisaran 10 hingga 20 persen. Namun, angka tersebut merupakan estimasi dan bukan gambaran kenaikan harga seluruh produk konsol gaming di pasar Indonesia.