Skip to content
Sunday, 18 October 2026
CAPER.ID
CUMA
CARI
PERHATIAN
Headline

Andien Ungkap Alumni Sekolah Anak Percaya Kini Bekerja di Bank hingga Startup

SHARE

CAPER.ID – Andien Aisyah mengungkap Sekolah Anak Percaya telah meluluskan banyak murid dalam empat tahun terakhir. Sejumlah alumni kini bekerja di bank hingga perusahaan startup, sementara pendampingan terus diberikan sampai mereka lulus SMA.

“Sudah empat tahun terakhir itu kami juga sudah mewisuda banyak sekali lulusan-lulusan dari Sekolah Anak Percaya. Di antaranya dari mereka itu ada yang sudah kerja di bank, ada yang sudah bisa kerja di perusahaan startup,” ujar Andien Aisyah saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Andien mengatakan, dirinya senang bisa memperkenalkan beragam profesi kepada para murid. Menurut dia, wawasan tersebut dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.

“Jadi aku juga senang sekali ketika bisa memaparkan berbagai jenis profesi lainnya dan mereka jadi bisa kepikiran untuk meng-apply di jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa program edukasi di kampung pemulung kerap berhenti pada kunjungan singkat tanpa keberlanjutan. Karena itu, Sekolah Anak Percaya hadir dengan pendampingan yang lebih panjang.

“Kebanyakan edukasi atau pembelajaran yang ada di kampung tersebut biasanya sifatnya hanya one time, kayak orang datang, ngajarin, atau misalnya mungkin ada dari kampus untuk program tiga bulan terus selesai,” ujarnya.

Menurut Andien, sekolah itu disusun setara jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain pendidikan, pihaknya juga membantu urusan administrasi kependudukan bagi murid yang membutuhkan.

“Jadi insyaallah kami bisa mendampingi sampai mereka lulus SMA. Dan bahkan ada beberapa yang sampai diurusin juga administrasi kependudukan, karena mungkin ada yang lahir tanpa KK, ada yang enggak punya KTP, dan yang lainnya,” tuturnya.

Andien menambahkan, keterlibatannya di kampung pemulung sudah berlangsung lama dan berawal dari ajakan sang ibu.

“Kenapanya, sebenarnya mungkin ada hubungannya juga dengan sampah, tapi lebih banyaknya karena ibuku duluan yang ngajakin aku,” pungkasnya.