CAPER.ID – Bunyi dikenal sebagai gelombang mekanik yang memerlukan medium untuk merambat, baik berupa zat padat, cair, maupun gas. Karena itu, suara tidak dapat menjalar di ruang hampa udara seperti di luar angkasa.
Secara sederhana, bunyi muncul dari getaran suatu benda. Saat benda bergetar, partikel-partikel di sekitarnya ikut bergerak dan meneruskan energi getaran tersebut ke partikel lain hingga akhirnya terdengar oleh telinga.
Proses ini hanya bisa terjadi jika ada medium yang menghubungkan sumber bunyi dan pendengar. Pada udara, partikel-partikel saling bertumbukan untuk membawa gelombang suara. Di dalam air maupun benda padat, proses serupa juga terjadi, meski karakter rambatannya berbeda karena susunan partikel yang lebih rapat.
Ruang hampa menjadi kendala bagi rambatan bunyi karena hampir tidak memiliki partikel materi. Tanpa partikel yang cukup, getaran dari sumber bunyi tidak bisa diteruskan. Akibatnya, suara tidak akan sampai ke penerima.
Ilustrasinya bisa dianalogikan seperti pesan berantai. Jika tidak ada orang di tengah-tengah untuk meneruskan pesan, maka informasi itu tidak akan sampai. Begitu pula dengan bunyi yang membutuhkan medium sebagai perantara.
Berbeda dengan bunyi, gelombang elektromagnetik seperti radio tetap bisa merambat di ruang hampa karena tidak membutuhkan medium. Inilah sebabnya komunikasi radio di luar angkasa masih memungkinkan, sementara suara manusia tidak dapat terdengar tanpa alat bantu khusus.
Jadi, bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa udara karena tidak ada partikel yang dapat membawa getaran dari satu tempat ke tempat lain. Itulah hukum fisika sederhana yang menjelaskan mengapa suara tidak dapat terdengar di luar angkasa.