CORTIS Ubah Format Konser Malam Kedua Usai Tuai Kritik, Penonton Day 1 Minta Refund

CAPER.ID – CORTIS disebut melakukan sejumlah perubahan besar pada malam kedua konser perdana mereka setelah menuai kritik keras dari penonton pada hari pertama. Namun, alih-alih meredam kontroversi, penyesuaian itu justru memicu tuntutan agar penonton Day 1 mendapat kompensasi atau pengembalian dana.

Konser pembuka tur pertama CORTIS pada 18 Juli menjadi sorotan karena dinilai jauh dari ekspektasi. Sejumlah penonton mengeluhkan durasi penampilan yang hanya sekitar 1 jam 40 menit, padahal harga tiket mencapai sekitar 145.000 won atau sekitar Rp1,7 juta. Selain itu, konser tersebut disebut tidak menampilkan pergantian kostum, tidak ada penampilan cover, serta tidak menyajikan lagu baru. Beberapa lagu dari katalog terbatas mereka bahkan disebut diputar berulang.

Kontroversi lain juga ikut menyertai konser itu. Video sekelompok pria yang menari energik di area standing sempat viral dan dipuji sebagian warganet internasional karena dianggap menciptakan atmosfer meriah. Namun, penonton di Korea kemudian menuding para pria itu adalah penari profesional yang sengaja ditempatkan di antara penonton sebagai bagian dari produksi. Hingga kini, CORTIS maupun BIGHIT MUSIC belum memberikan konfirmasi atas tudingan tersebut.

Di tengah kritik itu, perhatian publik beralih ke konser malam kedua pada 19 Juli. Berdasarkan cerita para penonton, CORTIS tampak merespons keluhan dari malam sebelumnya. Jika pada hari pertama para member berkali-kali meminta penggemar menyimpan ponsel, pada konser kedua mereka disebut membebaskan penonton untuk merekam dan hanya meminta semua orang menikmati pertunjukan.

Tak hanya itu, grup tersebut juga disebut menambah encore tujuh lagu setelah menerima permintaan langsung dari penonton di dalam venue. Segmen obrolan para member pun dikabarkan lebih panjang, sehingga total durasi konser mendekati dua jam.

Perubahan cepat itu sempat dipuji oleh sebagian penggemar yang lega karena kritik mereka tampaknya didengar. Namun, banyak pula warganet yang menilai langkah tersebut justru membuat konser hari pertama terlihat lebih buruk. Pasalnya, penonton Day 2 mendapat pengalaman yang lebih panjang, interaksi yang lebih banyak, encore yang layak, dan aturan perekaman yang lebih longgar, dengan harga tiket yang sama.

“Kalau konser kedua bisa diperbaiki seperti itu, lalu penonton hari pertama harus bagaimana?” demikian salah satu komentar yang ramai dibicarakan. Banyak warganet menyebut konser Day 1 seperti “rehearsal” berbayar penuh, karena dianggap belum siap ditampilkan sebagai konser penuh.

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi terkait pengembalian dana atau kompensasi bagi penonton hari pertama. Meski begitu, desakan agar pihak penyelenggara memberikan penjelasan dinilai belum akan mereda dalam waktu dekat, terutama karena perubahan yang dilakukan secara cepat justru menguatkan anggapan bahwa konser hari pertama memang belum siap digelar.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya