CAPER.ID – Di tengah euforia subkultur anak muda yang memadati kawasan Candi Prambanan, Sabtu (22/8/2026), Prevented Ocean Plastic Southeast Asia (POPSEA) hadir dengan misi edukasi lingkungan di Cherrypop 2026.
Bukan membawa penampilan musik, POPSEA mengajak para pengunjung, khususnya anak muda, untuk lebih memahami cara mengelola sampah botol plastik yang mereka hasilkan di tengah festival.
Cherrypop selama ini dikenal sebagai ruang pertemuan kreativitas anak muda di Yogyakarta. Ajang ini memadukan musik, film, hingga seni rupa dalam satu perhelatan yang meriah.
POPSEA sendiri merupakan bagian dari inisiatif global Prevented Ocean Plastic asal Inggris dan kini telah beroperasi di 12 kota besar di Indonesia, mulai dari Medan hingga Makassar.
Dalam dua tahun terakhir, perusahaan itu mengklaim telah mendaur ulang lebih dari 2 miliar botol plastik serta menurunkan emisi karbon hingga lebih dari 297 juta kilogram. Material hasil daur ulang tersebut juga digunakan untuk memasok kebutuhan sejumlah merek global.
Menurut perwakilan POPSEA, kehadiran mereka di Cherrypop bukan sekadar soal mengangkut sampah, melainkan memberi literasi langsung kepada masyarakat tentang ke mana sampah plastik dapat diolah dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan.
Selain isu daur ulang, POPSEA juga menyoroti sisi sosial dari ekonomi sirkular. Organisasi ini disebut telah memberdayakan 1.669 pahlawan sampah dan ratusan pekerja perempuan dalam ekosistem pengelolaan sampah yang lebih inklusif.
Melalui pendekatan tersebut, POPSEA ingin menunjukkan bahwa urusan sampah plastik bukan hanya tanggung jawab industri, tetapi juga bagian dari kebiasaan sehari-hari yang perlu dipahami bersama, termasuk oleh generasi muda di ruang-ruang budaya populer seperti festival musik.



