CAPER.ID – Rendy Kjaernett mengenang momen hangat bersama mendiang ibu Lady Nayoan sebelum sang mertua masuk rumah sakit. Ia mengatakan, komunikasi mereka sempat sangat intens dan banyak diisi dengan doa serta percakapan soal pelayanan.
“Terakhir sebelum masuk rumah sakit, aku intens banget berdua sama dia. Mama itu kan tahu aku pelayanan, ambil sekolah teologi, sudah jadi hamba Tuhan,” ujar Rendy Kjaernett saat ditemui di rumah duka Adian Nasonang Raya, Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (25/8/2026).
Rendy menuturkan, ibunda Lady selalu menunjukkan kebahagiaan setiap kali bertemu dengannya. Sang mertua disebut bangga melihat perjalanan rohaninya hingga menjadi pendeta.
“Mama senang banget, dia bilang ‘Mama senang Rendy jadi pendeta, doain Mama dong’. Setiap kali aku datang, pas baru nyampe rumah atau mau pulang, pasti pegang tangan ‘Doain Mama ya biar Mama nggak sakit dan sembuh’,” kata Rendy.
Lady Nayoan menambahkan, ibundanya memang dikenal sebagai sosok pendoa yang tidak pernah berhenti menguatkan iman keluarga. Menurutnya, sang ibu menjadi alasan dirinya tetap kuat dalam menjalani hidup.
“Mama itu sosok yang kalau orang nanya kok Lady bisa kuat, itu karena Mama yang selalu ngingetin bahwa kita kuat karena ada Tuhan. Dari Mama aku belajar jadi orang yang terus percaya sama Tuhan. Mama pendoa yang luar biasa,” pungkas Lady.
Bagi Rendy, ibunda Lady memiliki peran penting dalam perjalanan spiritualnya. Dukungan sang mertua disebut menjadi penyemangat setelah Lady untuk terus aktif dalam pelayanan.
“Dia orang yang sangat berpengaruh menyemangati aku setelah Lady untuk terus pelayanan,” ungkap Rendy.




